Senin, 03 Agustus 2009

Cara Mengatasi Obesitas / Kegemukan

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan kesehatan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi , sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.

Terkadang kita sering dibuat bingung dengan pengertian obesitas dan kelebihan berat badan. Kedua istilah tersebut mempunyai pengertian yang berbeda. Kelebihan berat badan adalah keadaan di mana berat badan seseorang melebihi berat badan normal.

Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) telah diakui sebagai metoda yang paling praktis dalam menentukan tingkat overweight dan obesitas pada orang dewasa di bawah umur 70 tahun.

Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi , sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.

Perhatian masalah obesitas tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.

Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki resiko yang lebih tinggi. Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel. Kita bahas lebih lanjut di Body Mass Index (BMI).

Penyebab Obesitas
Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh sehingga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori.

Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:
  • Faktor Genetik, Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen tetapi juga makanan dan kebiasaan pola makan (gaya hidup) yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
  • Faktor Lingkungan, Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.
  • Faktor Psikis, Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.
Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.

Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu makan dalam jumlah sangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma makan pada malam hari). Kedua pola makan ini biasanya dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa, di mana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikuti dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Untuk sindroma makan pada malam hari adalah berkurangnya nafsu makan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malam hari.

1. Faktor kesehatan. Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya:
a. Hipotiroidisme
b. Sindroma Cushing
c. Sindroma Prader-Willi
d. Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.

2. Obat-obatan.
Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti- depresi ) bisa menyebabkan penambahan berat badan.
  • Faktor perkembangan. Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh. Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal. Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel.
  • Aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Seseorang yang cenderung mengkonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas
Gejala Obesitas
Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru , sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.

Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut dan pergelangan kaki). Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Sering ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki.

Komplikasi
Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung berbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti:
  • Diabetes tipe 2 (timbul pada masa dewasa)
  • Tekanan darah tinggi ( hipertensi )
  • Stroke
  • Serangan jantung (infark miokardium)
  • Gagal jantung
  • Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar)
  • Batu kandung empedu dan batu kandung kemih
  • Gout dan artritis gout
  • Osteoartritis
  • Tidur apneu (kegagalan untuk bernafas secara normal ketika sedang tidur, menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah)
  • Sindroma Pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, underventilasi dan ngantuk)

Penyebaran Lemak-Lingkar Pinggang dan Perbandingan antara lingkar pinggang dengan lingkar pinggul

Mengetahui jumlah total lemak di dalam tubuh adalah hal utama untuk mengetahui tingkat obesitas dan bahaya kesehatan yang ditimbulkannya hal lain yang juga tak kalah penting adalah mengetahui distribusi atau lokasi lemak tersebut.

Lemak yang berada di sekitar perut memberikan resiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan lemak di daerah paha atau bagian tubuh.yang lain. Suatu metoda yang sederhana namun cukup akurat untuk mengetahui hal tersebut adalah lingkar pinggang.

Perlu ditekankan bahwa resiko penyakit yang berhubungan dengan lingkar pinggang adalah bervariasi pada populasi dan kelompok etnik yang berbeda. Sebagai contoh, lemak di sekitar perut pada wanita kulit hitam kurang menunjukan hubungan yang kuat dengan resiko penyakit jantung dan diabetes dibandingkan dengan wanita kulit putih. Oleh karena itu, diperlukan nilai maksimum (cut-off points) yang lebih spesifik berdasarkan seks dan populasi.


Bentuk Tubuh
Cara lain untuk mengetahui distribusi lemak tubuh adalah dengan cara melihat bentuk tubuh. Terdapat 3 macam bentuk tubuh berdasarkan karakteristik distribusi lemak.

Gynoid (Bentuk Peer)
Lemak disimpan di sekitar pinggul dan bokong Tipe ini cenderung dimiliki wanita. Resiko terhadap penyakit pada tipe gynoid umumnya kecil, kecuali resiko terhadap penyakit arthritis dan varises vena (varicose veins).

Apple Shape (Android)
Biasanya terdapat pada pria. dimana lemak tertumpuk di sekitar perut. Resiko kesehatan pada tipe ini lebih tinggi dibandingkan dengan tipe Gynoid, karena sel-sel lemak di sekitar perut lebih siap melepaskan lemaknya ke dalam pembuluh darah dibandingkan dengan sel-sel lemak di tempat lain. Lemak yang masuk ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan arteri (hipertensi), diabetes, penyakit gallbladder, stroke, dan jenis kanker tertentu (payudara dan endometrium).

Melihat hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang pria kurus dengan perut gendut lebih beresiko dibandingkan dengan pria yang lebih gemuk dengan perut lebih kecil.


Ovid (Bentuk Kotak Buah)
Ciri dari tipe ini adalah "besar di seluruh bagian badan". Tipe Ovid umumnya terdapat pada orang-orang yang gemuk secara genetik





Alain J. Nordmann, M.D., M.Sc dari Universitas Hospital Basel, Switzerland dan timnya menganalisa lima uji klinik yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu membandingkan diet rendah lemak hingga diet rendah karbohidrat. Total partisipan yang diteliti adalah 447 individu yang rata-rata berusia 42 hingga 49 tahun. Sebanyak 222 partisipan melakukan diet rendah karbohidrat, dan 225 melakukan diet rendah lemak.

Setelah 6 bulan, mereka yang melakukan diet rendah karbohidrat mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak bila dibandingkan dengan mereka yang melakukan diet rendah lemak. Namun setelah 12 bulan, peningkatan tekanan darah dan penurunan berat badan antara keduanya adalah sama. Dan setelah 6 hingga 12 bulan kemudian, mereka yang melakukan diet karbohidrat mengalami peningkatan kadar kolesterol dan LDL. Meski demikian mereka tetap memiliki kadar trigliserida yang lebih rendah dan HDL atau kolesterol baik yang lebih tinggi.

Dari hasil analisa tersebut diketahui bahwa diet rendah karbohirdat justru akan meningkatkan kadar kolesterol, terutama bila diet dilakukan dalam jangka waktu lebih lebih dari 6 bulan atau lebih lama.

Dr.Kevin C.Maki, salah seorang tim peneliti, juga berpendapat bahwa diet rendah karbohidrat tetap lebih efektif untuk mengurangi lemak dan mengontrol berat badan.


Melilea Greenfield Organic diformulasikan khusus oleh peneliti dan ahli organic terkemuka, Dr. Henry Chang, dengan didasari oleh tiga keampuhan-keampuhan terunggul di dunia:

1. Fungsi-fungsi Makanan Organik
2. Fungsi-fungsi Naturopati
3. Fungsi-fungsi Penyembuhan Alami

Melilea Greenfield Organic berisikan lebih dari 20 macam bahan yang telah di nyatakan bebas polusi hingga pada taraf 0%, termasuk di dalamnya golden grain, sayur-sayuran dan buah-buahan, yang diproses dengan menggunakan teknologi terkini dan tercanggih. Nutrisi botanik yang tak ternilai ini di formulasikan untuk membentuk keseimbangan di tubuh kita. Melilea Greenfield Organic menyajikan campuran serat yang dapat dilarutkan, bahkan ia mampu sebagai pembersih tubuh yang baik. Makanan organik alami ini memberikan nutrisi botanikal alami termasuk vitamins, garam mineral serta fitonutrient (nutrisi dari tumbuhan). Untuk informasi lebih lengkap Mengenai Greenfield organic klik disini


Mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic akan membantu mengeluarkan racun yang menyebabkan penyakit stroke dan mengaktifkan sel-sel yang tidak berfungsi normal sehingga memacu penyembuhan secara alami. Melilea Greenfied Organic terbuat dari sayur-sayuran dan buah-buahan serta organik dan bukan suplemen dan bukan obat namun 100% MAKANAN karena mengandung nutrisi lengkap seperti saat kita makan 4 sehat 5 sempurna sehingga cocok sekali digunakan sebagai diet pengganti nasi dan lauk pauknya. Sehingga penderita obesitas dapat memperoleh badan yang ideal tanpa harus kekurangan nutrisi bagi kesehatan tubuhnya.

2500 tahun yang lalu, bapak obat-obatan yaitu Hippocrates pernah mengatakan
"Biarkan makanan menjadi obat. Penyembuhan alami harus merupakan dasar bagi obat, seorang dokter hanya membantu proses penyembuhan alami"

Cara mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic :

Minum Melilea Greenfield Organic 1/2 jam sebelum makan. Cara pembuatannya, campurkan 1 atau 2 sendok takaran Melilea Greenfield Organik ukuran 16 oz ke dalam segelas air (1 sendok takaran kurang lebih 250 ml). Aduk rata (untuk hasil pembuatan yang terbaik gunakan shaker atau gelas bertutup untuk dikocok) dan langsung diminum. Untuk rasa yang lebih enak, Anda dapat mencampurkannya dengan Melilea Organik Soya Bean atau Melilea Organic Henry Apple Orchard. Kurang lebih setengah jam kemudian, konsumsi air putih yang cukup.

Tips komsumsi yang baik
Konsumsi Melilea Greenfield Organic 1/2 jam sebelum makan dengan frekuensi 3 - 4 kali atau lebih. Kurang lebih setengah jam kemudian, konsumsi air putih yang cukup.

Selain itu, mengkonsumsi makanan dari kedelai seperti tahu, tempe dan susu kedelai, menurut penelitian, mengkonsumsi kedelai sebanyak 47 gram atau 300 gram dapat menurunkan 9 persen kolesterol dan mengurangi Low Density Lipoprotein (LDL) sampai 13 persen.

LDL dikenal sebagai Kolesterol Jahat, karena sering memicu penumpukan plak kolesterol di dinding arteri. Sementera High Density Lipoprotein (HDL) dikenal sebagai Kolesterol Baik, karena berfungsi membersihkan kolesterol di dinding arteri dan membawanya kembali ke hati tempat kolesterol dipecah dan dikeluarkan.

Kadar Kolersterol Darah Yang Normal
  • Kolesterol total <>
  • Kolesterol HDL 35 – 65 mg/dl
  • Kolesterol LDL <>
  • Trigliserida <>
  • Ratio kolesterol total : kolesterol HDL <>
Selain itu ada juga Trigliserida. Lemak ini terbentuk sebagai hasil dari metabolisme makanan. Kadar trigliserida ini akan meningkat bila kita mengkonsumsi kalori berlebihan lebih besar daripada kebutuhan kita .


Melilea Organic Soya Drink mampu menghalau kolesterol jahat (LDL), karena susu kedelai mengandung Lesitin yang bersifat mengemulsi (melarutkan) kolesterol dalam darah, sehingga tidak ada lagi penyempitan dan penyumbatan. Khasiat lesitin ini telah diteliti oleh Dr. Edward dan dipublikasikan dalam Biocontrol News and Information,Discover & Science News.

Selain lesitin, zat gizi lain yang dapat menggempur kolesterol adalah isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan dan mampu meningkatkan HDL. Penelitian olah America Heart Association menunjukkan konsumsi susu kedelai selama tiga bulan mampu meningkatkan HDL rata-rata 4,7 %. Untuk informasi lebih lengkap Mengenai Organik Soya Drink klik disini

Cara Penggunaan :
Campurkan 3 atau 4 sendok teh bubuk Melilea Organic Soya Drink ke dalam 250 ml air hangat atau dingin lalu aduk rata.

Tips komsumsi yang baik
Konsumsi Melilea Organic Soya Drink sebagai campuran Melilea Greenfield Organic atau diminum secara terpisah dengan frekuensi mengikuti penggunaan Melilea Greenfield Organic.

Lama penyembuhan ini bervariasi tergantung dari kondisi gejala stroke atau yang diderita pasien, apakah stroke sementara, stroke ringan atau stroke berat. Konsumsi Melilea Greenfield Organic, Melilea Organic Soya Drink dan Melilea Organic Henry Apple Orchad secara rutin dan sesuai petunjuk serta menerapkan gaya hidup organik untuk penyembuhan alami lebih cepat. Untuk info terstimonial para pengguna Greenfield Organik Klik Disini

Penghargaan Melilea Greenfield Organic di produksi oleh Greenfield Organic USA Corporation, dan pabriknya terdaftar dengan no registrasi 00223706.

  • Melilea Greenfield Organic telah melalui berbagai macam test laboratorium terkemuka dan lulus sebagai makanan yang sangat aman di komsumsi.
  • Dianugerahi penilaian kelas organik bintang 5 oleh Organic United Nation Friendship Association (OUNFA/ Lembaga Organik di bawah PBB).
  • Memenuhi standard aturan produksi makanan yang ditetapkan oleh “Federal Good Manufacturing Practices (GMP)”
  • Memiliki sertifikat jaminan Halal dari IFANCA, Islamic Food and Nutrition Council of America.
  • Non GMO (Non Genetically Modified Organisms) atau Non Transgenik • Terdaftar di BPOM RI dengan nomor registrasi : BPO RI ML.251204001578











0 comments: